<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jalan Dakwah Bersama</title>
	<atom:link href="http://dakwahdewi.herfia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dakwahdewi.herfia.com</link>
	<description>Sebuah Upaya Untuk Saling Mengingatkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 01:06:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Beberapa Amalan Yang Besar Pahalanya dan Dapat Menjadi Pelebur Dosa</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/renungan/beberapa-amalan-yang-besar-pahalanya-dan-dapat-menjadi-pelebur-dosa.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/renungan/beberapa-amalan-yang-besar-pahalanya-dan-dapat-menjadi-pelebur-dosa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 01:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[1. TOBAT
“Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya”  (HR. Muslim, No. 2703.)
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan”.
2. ZIKIR KEPADA ALLAH                                                                                          “Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">1. TOBAT<br />
“Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya”  (HR. Muslim, No. 2703.)<br />
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan”.<br />
2. ZIKIR KEPADA ALLAH                                                                                          “Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian. Mereka berkata: “Tentu”, lalu Beliau SAW bersabda: “Zikir kepada Allah SWT” ( HR. At Turmidzi, No. 3347.)<span id="more-141"></span>3. SABAR<br />
“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya” (HR. Bukhari, Juz. X/No. 91).<br />
4. JUJUR<br />
“Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga”<br />
(HR. Bukhari Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim., No. 2607).<br />
5. MEMBACA AL QUR`AN<br />
“Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya” (HR. Muslim, No. 49.)<br />
6. MEMPELAJARI AL QUR`AN DAN MENGAJARKANNYA<br />
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66).<br />
7. BERDAKWAH DI JALAN ALLAH<br />
“Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” HR. Muslim, No. 2674.<br />
8. MENUTUP AIB ORANG LAIN<br />
“Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat” (HR. Muslim, No. 2590).<br />
9. MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI<br />
“Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya”<br />
(HR. Bukhari, Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim, No. 2555).<br />
10. MENAHAN MARAH<br />
“Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu menampakkannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai” (HR. Tirmidzi, No. 2022)<br />
11. BERAKHLAK YANG BAIK<br />
“Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik”  (HR. Tirmidzi, No. 2003).<br />
12. SHALAT LIMA WAKTU<br />
“Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang masa” (HR. Muslim, No. 228.)<br />
13. WUDHU`<br />
“Barangsiapa yang berwudhu`, kemudian ia memperbagus wudhu`nya maka keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari ujung kukunya”  (HR. Muslim, No. 245.)<br />
14. BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU`<br />
((Barangsiapa berwudhu` lalu memperbagus wudhu`nya kemudian ia mengucapkan: doa sesudah wudhu (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci,” maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki”  (HR. Muslim, No. 234.)<br />
15. MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM<br />
“Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di surga seperti begini,” seraya beliau SAW menunjukan kedua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.  (HR. Bukhari, Juz. X/No. 365).<br />
16. MENCINTAI KARENA ALLAH<br />
“Sesungguhnya Allah SWT  berfirman pada hari kiamat: ((Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku))” (HR. Muslim, No. 2566).<br />
17. MENYEBARKAN SALAM<br />
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam” (HR. Muslim, No.54).<br />
18. BERBUAT YANG MA`RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN<br />
“Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya”  (HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005.<br />
19. MENGAJAK YANG MA`RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR.<br />
“Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman” HR. Muslim, No. 804.<br />
20. SHALAT MALAM<br />
“Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam”<br />
(HR. Muslim, No. 1163.)<br />
21. SHALAT SUBUH DAN ASHAR<br />
“Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (subuh dan ashar) maka ia masuk surga” (HR. Bukhari, Juz. II/No. 43).<br />
22. SHALAT JUM`AT<br />
“Barangsiapa berwudhu` lalu memperindahnya, kemudian ia menghadiri shalat Jumat, mendengar dan menyimak (khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi antara Jum`at pada hari itu dengan Jum`at yang lain dan ditambah lagi tiga hari”  (HR. Muslim, 857.)<br />
23. MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT RAWATIB<br />
“Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat sebagai shalat sunnat selain shalat fardhu, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga” (HR. Muslim, No. 728.)<br />
24. SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM`AT<br />
“Pada hari ini terdapat suatu saat bilamana seorang hamba muslim bertepatan dengannya sedangkan ia berdiri shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada lain ia akan dikabulkan permohonannya”  (HR. Bukhari, Juz. II/No. 344 dan HR. Muslim, No. 852.)<br />
25. SEDEKAH<br />
“Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api”   (HR. Tirmidzi, No. 2616.)<br />
26. MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN<br />
“Siapa yang menjamin bagiku “sesuatu” antara dua dagunya dan dua selangkangannya, maka aku jamin baginya surga”<br />
HR. Bukhari, Juz. II/No. 264 dan HR. Muslim, No. 265.<br />
27. MEMBESUK ORANG SAKIT<br />
“Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang sedang sakit pada pagi hari kecuali ada 70.000 malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan shalawat kepadanya hingga pagi hari, dan akan diberikan kepadanya sebuah taman di surga” (HR. Tirmidzi, No. 969).<br />
28. MEMBANTU MELUNASI HUTANG<br />
“Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat” (HR. Muslim, No.2699).<br />
29. MENGUCAPKAN DO`A SETELAH ADZAN<br />
“Barangsiapa mengucapkan do`a ketika ia mendengar seruan azan: doa setelah adzan ((Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan kelebihan, dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)) maka ia berhak mendapatkan syafa`atku pada hari kiamat”  (HR. Bukhari, Juz. II/No. 77.)<br />
30. SHALAT DI MASJID<br />
“Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau sore, niscaya Allah mempersiapkan baginya tempat persinggahan di surga setiap kali ia berangkat pada waktu pagi atau sore”  (HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan HR. Muslim, No. 669.)<br />
31. MEMBANGUN MASJID<br />
“Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah maka dibangunkan baginya yang serupa di surga”  (HR. Bukhari, No. 450)<br />
32. SHALAT DHUHA<br />
“Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha” (HR. Muslim, No. 720.)<br />
33. SHALAWAT KEPADA NABI SAW<br />
“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah membalas shalawatnya itu sebanyak 10 kali”  (HR. Muslim, No. 384.)<br />
34. PUASA<br />
“Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” (HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35.)<br />
35. MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA<br />
“Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya sedikitpun” (HR. Tirmidzi, No. 807).<br />
36. MENINGGALKAN PERDEBATAN<br />
“Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan padahal ia dapat memenangkannya” (HR. Abu Daud.)<br />
37. JIHAD DI JALAN ALLAH<br />
“Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 11.<br />
38. KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH DAN SUBHANALLAH WA BI HAMDIH<br />
“Barangsiapa mengucapkan:<br />
((Laa ilaa ha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huma ‘alaa kulli syai’ing qadiir ?)) sehari seratus kali, maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya”. Dan beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: ( subhanallahi wa bihamdih) satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan”<br />
(HR. Bukhari, Juz. II/No. 168 dan HR. Muslim, No. 2691.)<br />
39. HAJI DAN UMRAH<br />
“Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah (penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” HR. Muslim, No. 1349.<br />
40. MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH<br />
“Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai dishalatkan maka ia memperoleh pahala satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: “Apakah dua qirat itu?”, beliau menjawab: ((Seperti dua gunung besar))” HR. Bukhari, Juz. III/No. 158.<br />
41. KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA<br />
“Apabila seorang perempuan menjaga shalatnya yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki” (HR. Ibnu Hibban, hadits shahih.)<br />
42. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN<br />
“Saya telah melihat seseorang bergelimang di dalam kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang” (HR. Muslim.)<br />
43. MENDIDIK DAN MELINDUNGI ANAK PEREMPUAN<br />
“Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, di mana ia melindungi, menyayangi, dan menanggung beban kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga” (HR. Ahmad dengan sanad yang baik.)<br />
44. BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN<br />
“Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat-jilat debu karena kehausan maka orang itu mengambil sepatunya dan memenuhinya dengan air kemudian meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah berterimakasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga” (HR. Bukhari.)<br />
45. MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN<br />
((Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang para penghuni surga? Mereka berkata: “Tentu wahai Rasulullah”, maka beliau bersabda: “Nabi itu di surga, orang yang jujur di surga, dan orang yang mengunjungi saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di surga”)) Hadits hasan, riwayat At-Thabrani.<br />
46. TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN<br />
“Barangsiapa yang menjamin dirinya kepadaku untuk tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku akan jamin ia masuk surga”<br />
Hadits shahih, riwayat Ahlus Sunan<br />
47. MENUNTUT ILMU<br />
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga” (HR. Muslim, No. 2699.)<br />
48. MEMBACA DO`A PENUTUP MAJELIS<br />
“Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak terjadi di dalamnya kegaduhan lalu sebelum berdiri dari duduknya ia membaca doa:   (Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu) melainkan ia akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di majlis tersebut”  (HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153).</p>
<p>(sumber tulisan :  dari berbagai sumber)</p>
<p>Dewi Yana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/renungan/beberapa-amalan-yang-besar-pahalanya-dan-dapat-menjadi-pelebur-dosa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Kiamat</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/renungan/hari-kiamat.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/renungan/hari-kiamat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 08:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini  perbincangan tentang datangnya kiamat yang diramalkan akan terjadi beberapa tahun lagi, sedang menjadi pembicaran hangat. Kapan terjadinya hari kiamat adalah perkara ghoib dan hanya Allah yang mengetahuinya. Rasulullah SAW pun tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah SWT. Begitu pula dengan malaikat Jibril, sebagai penyampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini  perbincangan tentang datangnya kiamat yang diramalkan akan terjadi beberapa tahun lagi, sedang menjadi pembicaran hangat. Kapan terjadinya hari kiamat adalah perkara ghoib dan hanya Allah yang mengetahuinya. Rasulullah SAW pun tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah SWT. Begitu pula dengan malaikat Jibril, sebagai penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi Saw  dan malaikat Jibril saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, lalu bagaimana seorang peramal yang nyata-nyata hanya manusia biasa bisa mengetahui, hal itu jelas, hanya sebuah kebohongan belaka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-134"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan hadits shahih berikut ini, Rasulullah Saw pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lalu Rasulullah Saw menjawab ”<em>Orang yang ditanya, tidak lebih tahu dari yang bertanya</em>.” (HR. Bukahri dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut ini beberapa ayat Al Quran yang menegaskan tentang hari kiamat : </strong></p>
<ul>
<li>”<em>Manusia      bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: &#8220;<strong>Sesungguhnya pengetahuan tentang hari      berbangkit itu hanya di sisi Allah.</strong>&#8221; Dan tahukah kamu (hai      Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya</em>.” (QS.      Al Ahzab [33] : 63)</li>
<li>“<em>Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: &#8220;Bilakah terjadinya?&#8221; Katakanlah: &#8220;<strong>Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia</strong>. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.&#8221; Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahu</em>i.&#8221;  (QS. Al A’raaf [7] : 187).</li>
<li>”<em>Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal</em>”. (QS. Luqman [31] : 34)</li>
<li><em>(Orang-orang      kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah      terjadinya?<strong><sup> </sup></strong>Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan      (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan      waktunya).</em> (QS. An Naazi´aat [79] : 42-44)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Nabi Saw bersabda, ”<em>Kunci-kunci ilmu gaib ada lima, hanya Allah yang mengetahuinya, <strong>tidak ada yang tahu apa yang terjadi esok hari kecuali Allah,</strong> tidak ada yang tahu apa yang dikandung oleh rahim kecuali Allah, tidak ada yang tahu kapan turun hujan kecuali Allah, <strong>tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan meninggal, dan tidak ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat kecuali Allah</strong></em><strong> </strong>” (HR. Bukhari dari Ibnu ra)</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita perhatikan dengan seksama semua ayat-ayat Al Quran diatas, maka sudah sangat jelas, bahwa kapan terjadinya kiamat hanya Allah yang Tahu. Jadi jangan pernah percaya atau terpengaruh sebuah ramalan, bahwa kiamat akan terjadi pada tahun tertentu. Ketahuilah, bahwa siapapun yang percaya pada ramalan, maka berarti ia telah sesat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaiknya mari kita siapkan diri kita untuk menghadapi datangnya kiamat atau datangnya kematian kita, yang bisa datang kapan saja setiap waktu, dengan memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dewi Yana</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a target="_blank" rel="nofollow" href="http://dakwahdewi.herfia.com/goto/http://jalandakwahbersama.wordpress.com/" >http://jalandakwahbersama.wordpress.com</a></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="../">http://dakwahdewi.herfia.com</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/renungan/hari-kiamat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mintalah Pendapat Pada Hatimu</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/mintalah-pendapat-pada-hatimu.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/mintalah-pendapat-pada-hatimu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 04:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang memiliki cermin di dalam diri, itulah hati nurani. Perkataan hati nurani adalah kejujuran, anjurannya adalah kebaikan. Kecenderungannya adalah pada kebenaran, sifatnya adalah kasih sayang. Ia akan tenang bila kita berbuat baik dan gelisah bila kita berbuat dosa. Bila ia bersih dan sehat maka ia akan menjadi juru bicara Tuhan di dalam diri kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-18" title="senja" src="http://dakwahdewi.herfia.com/wp-content/uploads/2009/11/senja.jpg" alt="senja" />Setiap orang memiliki cermin di dalam diri, itulah hati nurani. Perkataan hati nurani adalah kejujuran, anjurannya adalah kebaikan. Kecenderungannya adalah pada kebenaran, sifatnya adalah kasih sayang. Ia akan tenang bila kita berbuat baik dan gelisah bila kita berbuat dosa. Bila ia bersih dan sehat maka ia akan menjadi juru bicara Tuhan di dalam diri kita. Bila ia bening dan berkilat maka ia akan menangkap wajah Tuhan.<br />
<span id="more-126"></span><br />
<strong>Hanya sayangnya kita sering mencampakkan nurani kita sendiri bahkan membunuhnya dengan perilaku-perilaku kita</strong>. Curang hanya demi serupiah keuntungan, bohong hanya untuk kesenangan sesaat, kikir padahal harta melimpah, dengki terhadap kebahagian orang lain, menolak kebenaran karena sebuah gengsi.   Akibatnya nurani kita tertutup dan mati sehingga tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang sahabat Nabi Saw yang bernama Wabishah ra datang dengan menyimpan pertanyaan di dalam hatinya tentang bagaimanakah cara membedakan antara kebajikan dan dosa. Sebelum Wabishah bertanya, cermin hati Nabi Saw telah menangkap isi hatinya. &#8221; <em>Wahai Wabishah, mau aku jawab langsung atau engkau utarakan pertanyaanmu terlebih dahulu</em>?&#8221; Wabishah menjawab,&#8221; <em>Jawab langsung saja, wahai Rasulullah</em>.&#8221; Beliau bersabda,&#8221; <em>Engkau datang untuk bertanya bagaimana membedakan antara kebajikan dan dosa</em>.&#8221; Wabishah berkata, &#8220;Benar.&#8221; Beliau Saw merapatkan jari-jarinya dan menempelkannya pada dada Wabishah, seraya bersabda “<em>Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu, wahai Wabishah. Sesuatu itu adalah kebaikan bila ia membuat hati tenteram, membuat jiwa tenteram, sedangkan dosa membuat kegelisah dalam hati dan kegoncangan dalam dada.(Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu), meskipun orang-orang telah memberikan pendapat mereka kepadamu tentang hal itu.</em>” ( HR.al-Darimi dari Wabishah ra )</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi orang yang berhati munafik, banyak berbuat dosa dan maksiat akan sulit sekali mendapatkan pertimbangan hati. Karena hatinya sudahnya tertutup oleh tumpukan dosa, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan <strong>tidak ada lagi rasa malu atau perasaan tidak enak ketika melakukan suatu perbuatan berdosa. </strong>Hati, mata, dan telinganya sudah ditutup. Makanya orang tersebut sering sekali melakukan dosa, misalnya berdusta/berbohong dan akan terus dilakukannya tanpa ada perasaan bersalah/berdosa lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini cobalah kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, pada posisi mana kita berada saat ini. Apakah kita termasuk orang yang merasa ”tidak nyaman” ketika kita mau melakukan perbuatan dosa? Atau kita tidak merasakan ketidaknyamanan itu lagi? Kalau iya, kita masih merasakan ketidaknyamanan, kegelisahan ketika kita mau melakukan suatu perbuatan dosa,  maka bersyukurlah, itu berarti hati nurani kita masih hidup dan pertahankan serta tingkatkanlah, ketakwaan, keimanan dan kedekatan kita kepada Allah.  Namun jika ternyata kita temukan diri kita, sudah tidak pernah merasakan rasa bersalah, gelisah, saat kita mau dan sudah melakukan perbuatan dosa, maka segera bertobatlah, karena jangan-jangan kita sudah terlalu lama berada dalam kelompok orang-orang yang tidak malu melakukan dosa, atau merasa biasa-biasa saja ketika melakukan suatu perbuatan dosa yang kita anggap sebagai dosa kecil,  misalnya berdusta? Tanyakan dengan jujur pada diri kita masing-masing, dan hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dewi Yana</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a target="_blank" rel="nofollow" href="http://dakwahdewi.herfia.com/goto/http://jalandakwahbersama.wordpress.com/" >http://jalandakwahbersama.wordpress.com</a></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="../">http://dakwahdewi.herfia.com</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/mintalah-pendapat-pada-hatimu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shalawat</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/hikmah/shalawat.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/hikmah/shalawat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 03:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Shalawat adalah sebuah ibadah yang mendatangkan pahala yang begitu besar. Shalawat bukan hanya sebuah bacaan, namun juga merupakan jalinan cinta dengan kekasih Allah. Allah Swt dan malaikat-Nya senantiasa bershalawat untuk Nabi Muhammad saw, ini tertulis dalam Al-Qur`an surah Al-Ahzab (33) ayat 56.
Shalawat memiliki memiliki banyak keutamaan. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-18" title="senja" src="http://dakwahdewi.herfia.com/wp-content/uploads/2009/11/senja.jpg" alt="senja" width="124" height="93" />Shalawat adalah sebuah ibadah yang mendatangkan pahala yang begitu besar. Shalawat bukan hanya sebuah bacaan, namun juga merupakan jalinan cinta dengan kekasih Allah. Allah Swt dan malaikat-Nya senantiasa bershalawat untuk Nabi Muhammad saw, ini tertulis dalam Al-Qur`an surah Al-Ahzab (33) ayat 56.</p>
<p style="text-align: justify;">Shalawat memiliki memiliki banyak keutamaan. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku, malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya. Maka, bacalah shalawat, baik sedikit maupun banyak.” (HR Thabrani &amp; Ibnu Majah). Perhatikan sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berikut ini : ”Tidak sempurna keimanan seorang hamba sampai aku lebih dicintai ketimbang diri, keluarga dan hartanya serta seluruh dunia.” (HR. dan Muslim dari anas ra)<br />
<span id="more-94"></span><br />
Menurut Imam Ghazali, di saat orang mencintai sesuatu, ia akan selalu menyebutnya. Di saat ia mencintai Allah SWT, ia akan selalu mengingat dan berzikir kepada-Nya. Begitu pula di saat ia mencintai Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,  ia tentunya akan memperbanyak shalawat kepadanya. Apabila seorang hamba banyak berzikir kepada Allah, tetapi ia tidak bershalawat atau kurang bershalawat kepada Rasulullah saw,  zikirnya itu tidaklah sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita bershalawat, berarti kita mentaati perintah Allah SWT. Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur`an surah Al-Ahzab (33) ayat 56, sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Al Ahzab {33} : 56)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketahuilah keitimewaan shalawat, yaitu kalau kita membaca shalawat, maka kita akan memperoleh 10 shalawat dari Allah SWT. Ini berdasar pada sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, sebagai beriukut : “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” Itu berarti Allah SWT akan memberi sepuluh rahmat bagi orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, meski hanya satu kali”  (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Kita adalah hamba Allah yang bakhil, apabila kita tidak bershalawat, ketika nama Nabi Muuhammad disebutkan,  perhatikan juga hadits berikut :“Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.” (H.R. Nasa’i, Tirmidzi dan Thabrani). Karena itu, setiap kita mendengar nama Nabi Muhammad disebutkan, kita mengucapkan shalawat padanya,  Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia&#8230; Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an Nuzah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.  (hadits ini dikutip dari NU)</p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan juga Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal¬-amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. (Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al¬Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary.)</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini jelas bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  bersabda: “Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)</p>
<p style="text-align: justify;">Cara ber-shalawat kepada Rasulullah yang terbaik adalah sesuai yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya. Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah bentuk paling umum dari shalawat. Bentuk shalawat lain adalah  “Ya Allah, berilah sholawat untuk Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberi sholawat untuk Ibrahim. Berkatilah Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” [Muttafaqun ‘Alaihi].</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dari Abu Hurairah ra ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda,: &#8220;Sesungguhnya Allah telah berfirman: Barang siapa yang memusuhi Waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba-Ku  mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya&#8221;. (Hadits ini dirawikan Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, hadits no. 6137)</p>
<p style="text-align: justify;">Kunci dari segala kebaikan, adalah dengan mengikuti dan meneladani akhlak Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, yakni dengan selalu merasa cukup terhadap semua karunia Allah, bersikap zuhud pada dunia dan terhadap milik orang lain, cenderung kepda akhirat, serta meninggalkan semua ucapan dan perbuatan yang tidak berguna, dan menjalankan sunah-sunah yang diajarkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang coba kita tanyakan pada diri kita sendiri, sudah berapa banyak kita membaca shalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  setiap harinya? Jika ternyata belum atau masih sedikit, maka perbaikilah dan banyaklah membaca shalawat dan juga zikir-zikir yang lain. Tidak inginkah kita mendapatkan rahmat dari Allah Swt, seperti yang tertulis pada hadits diatas?, bahwa kalau kita membaca shalawat kepada Nbabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, satu kali, maka Allah Swt, Tuhan Yang menciptakan kita dan Maha Menggenggam Segala, akan memberikan sepuluh rahmat untuk kita? Tidak inginkah kita selalu didoakan keselamatan kita oleh para malaikat? Jika iya, kita menginginkan itu semua, maka shalawatlah, perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, setiap hari. Saran pribadi saya, usahakanlah, untuk selalu bershalawat minimal seratus kali dalam sehari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dewi Yana</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>http://jalandakwahbersama.wordpress.com</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>http://dakwahdewi.herfia.com</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/hikmah/shalawat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riba</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/riba.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/riba.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 08:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyah an-nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.  Mengenai hal ini Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-18" title="senja" src="http://dakwahdewi.herfia.com/wp-content/uploads/2009/11/senja.jpg" alt="senja" width="124" height="93" />Riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.  Mengenai hal ini Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya: “<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu</em>” (Q.S. An Nisa [4] : 29) <span id="more-47"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut larangan riba yang terdapat dalam Al Quran</strong> :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:  &#8221; <em>Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)</em>&#8221; (Q.S. Ar Rum [30]: 39).</p>
<p style="text-align: justify;">2. Allah mengancam memberi balasan yang keras kepada orang Yahudi yang memakan riba.  Perhatikan firman allah SWT berikut ini:  &#8221; <em>Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir diantara mereka itu siksa yang pedih.</em> &#8221; (Q.S. An Nisa [4] : 160-161)</p>
<p style="text-align: justify;">3. Riba diharamkan dengan dikaitkan kepada suatu tambahan yang berlipat ganda. Para ahli tafsir berpendapat, bahwa pengambilan bunga dengan tingkat yang cukup tinggi merupakan fenomena yang banyak dipraktekkan pada masa tersebut. Allah SWT berfirman :  &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan</em>.&#8221; (Q.S. Ali Imran [3] : 130).</p>
<p style="text-align: justify;">4. Allah dengan jelas dan tegas mengharamkan apa pun jenis tambahan yang diambil dari pinjaman. Ini adalah ayat terakhir yang diturunkan menyangkut riba. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “<em>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.  Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.</em>.&#8221; (Q.S. Al Baqarah [2] : 278-279)</p>
<p style="text-align: justify;">5. &#8221;<em>Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya</em>”. (QS Al Baqarah [2] : 275).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW tentang riba</strong> :</p>
<p style="text-align: justify;">1. “<em>Rasulullah SAW melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda:”Mereka semua sama</em>”. (HR Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">2. Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah <em>oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan</em>”. Para shahabat bertanya, “<em>Apa itu, Ya Rasulullah</em>?”. Rasulullah SAW menjawab, “<em>Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh wanita-wanita mukmin yang baik-baik berbuat zina”. Juga didasarkan pada sebuah riwayat, bahwa Nabi SAW telah melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya</em>”. (HR. Imam Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">3. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Burdah bin Musa; ia berkata, “<em>Suatu ketika, aku mengunjungi Madinah. Lalu aku berjumpa dengan Abdullah bin Salam. Lantas orang ini berkata kepadaku: ‘Sesungguhnya engkau berada di suatu tempat yang di sana praktek riba telah merajalela. Apabila engkau memberikan pinjaman kepada seseorang lalu ia memberikan hadiah kepadamu berupa rumput ker¬ing, gandum atau makanan ternak, maka janganlah diterima. Sebab, pemberian tersebut adalah riba</em>”. (HR. Imam Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;">4. Imam Bukhari dalam Kitab Tarikhnya, meriwayatkan sebuah Hadits dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “<em>Bila ada yang memberikan pinjaman (uang maupun barang), maka janganlah ia menerima hadiah (dari yang meminjamkannya)</em>”  .(HR. Imam Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">5. Nabi Muhammad SAW bersabda: “<em>Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina</em>”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).</p>
<p style="text-align: justify;">6. Nabi SAW bersabda: “<em>Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para Nabi, syuhada dan orang-orang shaleh.” Ini berarti: Seorang pedagang yang membeli  dan menjual dan dia jujur maka dia akan bersama kelompok orang-orang tersebut pada hari kiamat. Ini adalah kedudukan yang tinggi, yang menunjukkan kemuliaan memiliki pekerjaan seperti itu. Dan Nabi SAW suatu kali pernah ditanya tentang manakah jenis pekerjaan yang paling murni? Maka beliau menjawab: “Perdagangan yang diberkahi (diterima oleh Allah) dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan tangannya</em>.” (HR Thabrani)</p>
<p style="text-align: justify;">7. Nabi SAW juga bersabda: “<em>Kedua penjual dan pembeli berada dalam kebaikan  selama mereka tidak berpisah satu sama lain. Maka jika keduanya jujur dan saling memberikan keterangan dengan jelas, semoga jual belinya diberkahi.  Namun, jika keduanya dusta dan ada yang saling disembunyikan, hilanglah berkah jual beli keduanya</em>.”  (HR Mutafaq alaihi, dengan lafazh Bukhari)</p>
<p style="text-align: justify;">8. Nabi SAW pernah melewati sekelompok Muslim yang sedang berjual beli di pasar Madinah. Maka Nabi SAW bersabda: “<em>Wahai para pedagang” Maka  mereka mendongak menunggu apa yang akan beliau katakan, dan beliau berkata: “Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan sebagai pelaku kejahatan yang berdosa kecuali mereka yang takut kepada Allah, yang benar dan jujur</em>.” (HR Tirmidzi, dan berkata hadits ini hasan shahih).</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin kita ada menemukan orang yang riba atau bahkan tanpa kita sadari, diri kita sendiri yang telah terjebak riba, entah itu karena ketidaktahuan kita, maka marilah segera kita perbaiki. Kita bertobat, memohon ampun kepada Allah dan tidak pernah mengulanginya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dewi Yana<br />
</strong><a target="_blank" rel="nofollow" href="http://dakwahdewi.herfia.com/goto/http://jalandakwahbersama.wordpress.com" >http://jalandakwahbersama.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/riba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa doaku belum dikabulkan</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/mengapa-doaku-belum-dikabulkan.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/mengapa-doaku-belum-dikabulkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 15:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada dari kita yang pernah bertanya-tanya dalam hati, mengapa doa yang kita panjatkan belum juga dikabulkan Allah? Atau mengapa pertolongan Allah belum datang juga, untuk mengatasi kesulitan yang sedang kita alami? Padahal kita telah sungguh-sungguh berdoa.

Ada beberapa sebab mengapa doa tidak segera dikabulkan dan ada hikmah yang terkandung didalamnya:
1. Allah SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-18" title="senja" src="http://dakwahdewi.herfia.com/wp-content/uploads/2009/11/senja.jpg" alt="senja" width="124" height="93" />Mungkin ada dari kita yang pernah bertanya-tanya dalam hati, mengapa doa yang kita panjatkan belum juga dikabulkan Allah? Atau mengapa pertolongan Allah belum datang juga, untuk mengatasi kesulitan yang sedang kita alami? Padahal kita telah sungguh-sungguh berdoa.<br />
<span id="more-33"></span><br />
Ada beberapa sebab mengapa doa tidak segera dikabulkan dan ada hikmah yang terkandung didalamnya:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Allah SWT berfirman: <em>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”</em> (QS. Al Baqarah [2] : 186).</p>
<p>Dalam firman Allah  SWT diatas, jelas sekali disebutkan, bahwa Aku mengabulkan permohonan oran gyang berdoa kepada-Ku, maka hendaklah ia memenuhi (segala perintah-Ku)&#8230;.. Perhatikan ayat ini dengan seksama, dan tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkan kita memenuhi segala perintah-Nya? Atau kita hanya berdoa dan mendatanginya saat kita sedang mengalami kesusahan saja?</p>
<p>Tanyakan juga dengan jujur pada diri sendiri, kapankah kita terakhir kali berdoa dengan penuh kekhusu’ an dan benar-benar mendekatkan diri pada-Nya? Tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, apakah saat kita dalam keadaan senang dan saat kita tidak ada masalah/kesulitan, kita berdoa dan menghadap pada-Nya, sebaik dan sesering saat kita ditimpa kesulitan? Tanyakan dengan jujur pada diri kita, seberapa banyak kita mengingat-Nya disaat kita berada dalam kelapangan/kemudahan? Sudahkah kita mengutamakan-Nya, diatas urusan dunia kita, baikd alam keadaan kita lapang atau sempit?</p>
<p style="text-align: justify;">2. Sebab tertundanya pengabulan doa kita adalah karena kita belum memenuhi syarat-syarat diterimanya doa. Mungkin kurang khusyu’ dalam berdoa, atau dalam berdoa,  kita kurang merendahkan diri dan sikap pasrah secara total kepada Allah dan mungkin waktu kita berdoa bukan waktu dikabulkannya doa atau kita</p>
<p style="text-align: justify;">3. Mungkin karena kita belum bertobat, bertobat yang sungguh-sungguh tobat (nasuha). Atau mungkin ada makanan kita mengandung syubhat atau ada hak milik orang lain pada diri kita dan kita belum mengembalikannya. Karena itu, kita harus bertobat dengan taubat nasuha, dengan melengkapi syrat-syaratnya dan mengembalikan hak orang lain yang mungkin masih ada pada kita.</p>
<p>Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: <em>”Hai Saad (Ibn Abi Waqash), makanlah makanan yang baik-baik niscaya engkau akan menjadi orang yang doanya dikabulkan&#8221;</em>.<br />
Dalam hadits sahih lainnya disebutkan:  <em>”Lalu Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu, sementara tangannya menengadahkan ke langit untuk berdoa, ”Ya Allah, ya Allah”. Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram. Diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya dikabulkan?</em> (HR. Muslim, Tirmizi dan Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;">4. Penyebab lainnya mungkin Allah SWT sengaja menyimpan pahala dan balasan doa kita di akhirat kelak atau Allah menghilangkan keburukan dari kita.<br />
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: <em>”Tidaklah seorang Muslim yang ada di atas bumi berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Dia pasti mengabulkan doa itu atau menghilangkan keburukan darinya selama ia tidak berdoa untuk keburukan atau memutuskan hubungan silaturahim.”. Seseorang berkata ,”Bagaimana jika kita memperbanyak doa?”</em>. Rasulullah Saw bersabda: <em>”Allah lebih banyak lagi mengabulkan doanya atau menghilangkan keburukan darinya.” </em>(HR. Tirmizi, Ahmad, Ibn Hibban)</p>
<p>5. Allah SWT tidak segera mengabulkan doa kita, untuk kebaikan kita sendiri. Adakalanya jika seseorang dikabulkan doanya dengan segera, mungkin dia akan lupa diri sehingga Allah menunda terkabulnya doa. Tidak sedikit orang yang di saat miskin ia seorang hamba yang takwa kepada Allah, rajin ibadahnya, namun setelah kaya ia lupa Allah dan jauh dari Allah. Ingatlah, Allah Maha mengetahui, sedangkan kita tidak. Dan Pilihan Allah untuk kita adalah pilihan yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut beberapa firman Allah SWT yang terdapat dalam Al Quran tentang doa :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. <em>Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” </em>(QS. Al-A’raf [7] :55)</p>
<p>2. <em>“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari  menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”</em> (QS. Al Mu’min [40] : 60)</p>
<p>3. <em>“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”</em> (QS.Al-Isra’ [17] :110)</p>
<p>4. <em>“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” </em>(QS. Al-Anbiya [21] :90)</p>
<p><strong>Berikut beberapa Hadits Rasulullah saw tentang doa :</strong></p>
<p>1. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: <em>“Berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” </em>(HR. Imam Ahmad)</p>
<p>2. Rasulullah saw. mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman, apa-apa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah, baik berupa ketaatan maupun sikap ikhlas, juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa, doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa.</p>
<p>Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak:  <em>“Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adil. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu.” </em>(Ahmad dan At Tirmidzi)</p>
<p>3. Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: <em>“Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian, dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. Jangan berdoa bagi keburukan harta-harta kalian. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah, padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian.”</em> (HR. Imam Muslim)</p>
<p>4. <em>“Doa salah seorang di antara kalian pasti dikabulkan selama tidak terburu-buru agar doanya segera dikabulkan hingga ia berkata, “Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi doaku tidak dikabulkan.”</em> (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)<br />
Di dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:  Ditanyakan,<em>”Wahai Rasulullah, apa yang disebut dengan terburu-buru?” Rasulullah Saw bersabda,”Hamba itu berkata,”Aku berdoa dan terus berdoa, tetapi doaku tidak dikabulkan.” </em>(HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan berputus asa, apabila kita telah sungguh-sungguh berdoa namun belum dikabulkan juga, karena Allah telah menjamin menerima dan mengabulkan doa yang kita mohonkan sesuai dengan pilihan-Nya, bukan menurut keinginan/pilihan kita, dan mengabulkan doa pada saat/waktu yang Dia kehendaki/ tentukan, bukan pada waktu/saat yang kita kehendaki/tentukan. (Al Hikam, Ibn Athaillah)</p>
<p>Setelah memperhatikan  semua firman Allah SWT dan hadits Rasulullah SAW diatas, mudah-mudahan sekarang ini kita bisa mengetahui dan memperkirakan apa penyebab doa kita tidak segera dikabulkan oleh Allah SWT. Cari tahu penyebabnya, dan apabila ada yang salah, segera perbaiki disertai dengan keyakinan, tetap baiksangka kepada Allah SWT dan tawakal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi Yana<br />
<a href="http://jalandakwahbersama.wordpress.co">http://jalandakwahbersama.wordpress.com<br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/muhasabah/mengapa-doaku-belum-dikabulkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Hadiah dari Mas Deny Pembuat Theme Wordpress</title>
		<link>http://dakwahdewi.herfia.com/umum/blog-hadiah-dari-mas-deny-pembuat-theme-wordpress.html</link>
		<comments>http://dakwahdewi.herfia.com/umum/blog-hadiah-dari-mas-deny-pembuat-theme-wordpress.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Yana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Herfia Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdewi.herfia.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Deny Pembuat Theme WordPress, herfia.com yang telah sangat baik hati, memberikan saya blog gratis ini.  Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Mas Deny dengan kebaikan yang berlipat ganda, amin.
Dewi Yana
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Deny Pembuat Theme WordPress, <a target="_blank" rel="nofollow" href="http://dakwahdewi.herfia.com/goto/http://herfia.com" title="http://herfia.com" >herfia.com</a> yang telah sangat baik hati, memberikan saya blog gratis ini.  Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Mas Deny dengan kebaikan yang berlipat ganda, amin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi Yana</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdewi.herfia.com/umum/blog-hadiah-dari-mas-deny-pembuat-theme-wordpress.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 3.567 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-07 23:42:46 -->
<!-- Compression = gzip -->