Riba

senjaRiba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.  Mengenai hal ini Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (Q.S. An Nisa [4] : 29)

Berikut larangan riba yang terdapat dalam Al Quran :

1. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:  ” Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)” (Q.S. Ar Rum [30]: 39).

2. Allah mengancam memberi balasan yang keras kepada orang Yahudi yang memakan riba.  Perhatikan firman allah SWT berikut ini:  ” Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir diantara mereka itu siksa yang pedih. ” (Q.S. An Nisa [4] : 160-161)

3. Riba diharamkan dengan dikaitkan kepada suatu tambahan yang berlipat ganda. Para ahli tafsir berpendapat, bahwa pengambilan bunga dengan tingkat yang cukup tinggi merupakan fenomena yang banyak dipraktekkan pada masa tersebut. Allah SWT berfirman :  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Ali Imran [3] : 130).

4. Allah dengan jelas dan tegas mengharamkan apa pun jenis tambahan yang diambil dari pinjaman. Ini adalah ayat terakhir yang diturunkan menyangkut riba. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.  Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya..” (Q.S. Al Baqarah [2] : 278-279)

5. ”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS Al Baqarah [2] : 275).

Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW tentang riba :

1. “Rasulullah SAW melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau bersabda:”Mereka semua sama”. (HR Muslim)

2. Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan”. Para shahabat bertanya, “Apa itu, Ya Rasulullah?”. Rasulullah SAW menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh wanita-wanita mukmin yang baik-baik berbuat zina”. Juga didasarkan pada sebuah riwayat, bahwa Nabi SAW telah melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya”. (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

3. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Burdah bin Musa; ia berkata, “Suatu ketika, aku mengunjungi Madinah. Lalu aku berjumpa dengan Abdullah bin Salam. Lantas orang ini berkata kepadaku: ‘Sesungguhnya engkau berada di suatu tempat yang di sana praktek riba telah merajalela. Apabila engkau memberikan pinjaman kepada seseorang lalu ia memberikan hadiah kepadamu berupa rumput ker¬ing, gandum atau makanan ternak, maka janganlah diterima. Sebab, pemberian tersebut adalah riba”. (HR. Imam Bukhari)

4. Imam Bukhari dalam Kitab Tarikhnya, meriwayatkan sebuah Hadits dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Bila ada yang memberikan pinjaman (uang maupun barang), maka janganlah ia menerima hadiah (dari yang meminjamkannya)”  .(HR. Imam Bukhari).

5. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).

6. Nabi SAW bersabda: “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para Nabi, syuhada dan orang-orang shaleh.” Ini berarti: Seorang pedagang yang membeli  dan menjual dan dia jujur maka dia akan bersama kelompok orang-orang tersebut pada hari kiamat. Ini adalah kedudukan yang tinggi, yang menunjukkan kemuliaan memiliki pekerjaan seperti itu. Dan Nabi SAW suatu kali pernah ditanya tentang manakah jenis pekerjaan yang paling murni? Maka beliau menjawab: “Perdagangan yang diberkahi (diterima oleh Allah) dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan tangannya.” (HR Thabrani)

7. Nabi SAW juga bersabda: “Kedua penjual dan pembeli berada dalam kebaikan  selama mereka tidak berpisah satu sama lain. Maka jika keduanya jujur dan saling memberikan keterangan dengan jelas, semoga jual belinya diberkahi.  Namun, jika keduanya dusta dan ada yang saling disembunyikan, hilanglah berkah jual beli keduanya.”  (HR Mutafaq alaihi, dengan lafazh Bukhari)

8. Nabi SAW pernah melewati sekelompok Muslim yang sedang berjual beli di pasar Madinah. Maka Nabi SAW bersabda: “Wahai para pedagang” Maka  mereka mendongak menunggu apa yang akan beliau katakan, dan beliau berkata: “Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan sebagai pelaku kejahatan yang berdosa kecuali mereka yang takut kepada Allah, yang benar dan jujur.” (HR Tirmidzi, dan berkata hadits ini hasan shahih).

Apabila dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin kita ada menemukan orang yang riba atau bahkan tanpa kita sadari, diri kita sendiri yang telah terjebak riba, entah itu karena ketidaktahuan kita, maka marilah segera kita perbaiki. Kita bertobat, memohon ampun kepada Allah dan tidak pernah mengulanginya lagi.

Dewi Yana
http://jalandakwahbersama.wordpress.com

34 Responses to “Riba”

Leave a Reply

Kategori
Komentar
  • Batavusqu: Salam Takzim Selamat tahun baru dulu ah buat bunda, maap telat karena urusan padat, jangan didamprat...
  • Lambang Emha: Kematian memang selalu mengikuti kita, dan kita selalu berharap agar dapat mati dengan cara yang...
  • muslim: Assalamualaikum,., bolehkah ana minta tukeran link.,. link ukhti sudah ana pasang,., kasih info kalau udah di...
  • dedekusn: Assalamu’alaikum… Apakabarnya teh Dewi Yana? Semoga sehat selalu. Wassalamu’alaikum
  • D3pd: Selamat Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru 2010…
  • Batavusqu: Salam Takzim Kembali lagi ke mari sekalian ngucapin Selamat tahun baru 1431H Semoga banyak pahala yang...
  • thedollarcorner: tauziyah yang baik mbak Dewi… sukses selalu ya…
  • andipeace: salam hangat selalu mbak dewi semoga sukses
Cari Artikel Dari Tag
Chatting

Pengunjung yang sedang online